Cemburu

cemburu bagai ular
melilit meracuni
tiap jengkal relung jiwa
mengoyak melecehkan
bukan hanya hati tapi nurani
sebuah harga diri

dan mestikah
aku kuat terus dan terus kuat
sementara jelas dihatimu
aku telah kalah telak
oleh pesona dan harta

janji biarlah janji
aku akan terus menggengamnya
meski panas dan kosong
kuputuskan untuk terus bertahan
sebagai laki-laki
hidup untuk sebuah janji

dan jangan tanya keadilan
karena keadilan adalah milik Tuhan
kita hanya bermodal saling percaya
dan ku akui kini semakin sulit
atas semua yang telah terjadi

cemburu ku akui cemburu
bukan oleh apa yang telah kau serahkan
tapi oleh apa yang kau siratkan
aku takberarti lagi di hatimu di hidupmu
dan itu kau lakukan dengan sadarmu

0 Responses to “Cemburu”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Roma Merda

ekolaziale

Kalender

Agustus 2011
S S R K J S M
    Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Arsip


%d blogger menyukai ini: