Kontroversi “Klose Mit Uns”

Derby della Capitale telah dua pekan berlalu, namun ada suatu kejadian kecil di derby terpanas tersebut yang masih menyisakan soal, paling tidak bagi penyerang Lazio asal Jerman, Miroslav Klose. Bahkan hingga menjelang lawatan Lazio ke Stadio Sant’Elia, Cagliari, akhir pekan ini, Klose masih me…nyatakan terganggu dengan pemberitaan dan spekulasi tabloid-tabloid dan berbagai media gosip Jerman.

Adalah sebuah banner yang muncul saat derby dari Curva Nord Stadio Olimpico, “Klose Mit Uns”. Sekilas memang kalimat itu hanyalah sebuah dukungan bagi Klose. Artinya: “Klose Beserta Kita”. Yang jadi masalah, kalimat tersebut bisa diinterpretasikan sebagai “plesetan” dari slogan yang dipergunakan oleh Partai Nasionalis-Sosialis Jerman pada masa Perang Dunia Kedua, “Gott Mit Uns” atau “Tuhan Beserta Kita.” Partai tersebut lebih terkenal sebagai NAZI pimpinan Adolf Hitler. Apalagi tipologi huruf yang dipergunakan, termasuk huruf “S”-nya sama persis dengan huruf yang dipergunakan Hitler. Saat itu, slogan “Gott Mit Uns” tertera hampir di semua tempat: perempatan jalan, kendaraan, perkantoran, perlengkapan pasukan SS bahkan hingga pada kancing seragam tentara.

Media massa Italia awalnya tidak menghiraukan banner ini, mereka lebih tertarik membahas suara-suara mirip bunyi kera yang dibuat sebagian Romanisti di Curva Sud tiap kali Djibril Cisse menguasai bola. Tetapi tidak demikian halnya di Jerman. Di negara itu segala hal yang berbau NAZI adalah hal sensitif. Orang Jerman telah memutus sejarah kelamnya di masa lalu. Penggunaan idiom dan simbol yang berhubungan dengan NAZI adalah aib. Maka tak heran, banner sederhana ini segera menjadi topik berita utama di media Jerman. Klose memang kelahiran Polandia, tetapi besar dan telah menjadi salah satu ikon sepakbola Jerman. Hal ini menyulut kemarahan pemain berusia 33 tahun tersebut. Dengan tegas dia menyatakan, “Tugas saya di Lazio hanyalah mencetak gol. Masalah politik seharusnya tidak dicampur-adukkan dengan sepakbola dan harus ditinggal di luar stadion.”

Mengapa Klose begitu terganggu oleh kontroversi ini? Di senja karirnya, Klose jarang dimainkan oleh pelatih Louis van Gaal di klubnya, Bayern Munchen, musim lalu. Tetapi Klose masih bersinar di timnas Jerman, dan berambisi memecahkan rekor legenda Jerman Gerd Muller. Itulah mengapa Klose menolak membicarakan perpanjangan kontrak di Munchen dan memilih hengkang ke Formello dalam status bebas transfer. Itulah mengapa Klose bersedia menerima gaji lebih rendah di Lazio daripada yang diterimanya di Munchen. Baginya, kesempatan bermain rutin lebih penting daripada uang, demi menjaga tempatnya di tim utama Jerman, minimal hingga Piala Eropa 2012, kalau mungkin hingga Piala Dunia 2014. Diawali niat pragmatis, Klose akhirnya jatuh cinta pada Lazio. Hal ini sering dikemukakannya dalam berbagai wawancara. Hingga banner bodoh “Klose Mit Uns” tersebut muncul dua pekan silam.

Media Jerman memunculkan spekulasi-spekulasi liar, bahwa karena dihubung-hubungkan dengan Neo NAZI ini, maka Klose akan didepak dari timnas Jerman oleh pelatih Joachim Loew. Bahwa Klose akan segera meninggalkan Biancocelesti Januari nanti demi menjamin tempatnya di timnas. Desas-desus ini yang membuat ayah dari putra kembar, Luan dan Noah, ini marah. Untunglah kemarahan Klose dilampiaskan dengan tetap mencetak gol bagi Lazio.

Elemen Rasisme-Fasisme Yang Merugikan
Sesungguhnya masalah yang berbau rasis dan fasis ini telah ada di antara pendukung Lazio sejak saat Benito Mussolini, memerintahkan adanya klub tunggal AS Roma, di kota Roma pada tahun 1927. SS Lazio yang berdiri tahun 1900 membangkang dan menolak bergabung dengan perlindungan seorang Jenderal fasis, Giorgio Vaccaro. Setelah itu, elemen rasisme dan fasisme selalu ada dalam Derby della Capitale. Jumlahnya memang sedikit di antara ultras Lazio, tetapi mereka sangat vokal, apalagi kalangan media menyukai sesuatu yang “aneh” dan membesar-besarkannya. Itu sesuai “hukum jurnalisme”: bad news is good news. Manajemen Lazio seringkali harus membayar denda akibat ulah segelintir Laziali ini. Misalnya pada kasus spanduk “Auschwitz is your town, the oven are your houses”, “Team of blacks followed by Jews” dan saat kapten Lazio, Paolo Di Canio memberikan salam ala NAZI setelah mencetak gol di gawang Roma pada derby tahun 2005.

Sejak menguasai mayoritas saham Lazio, Claudio Lotito tak henti melakukan usaha-usaha untuk mengikis habis rasisme-fasisme ini dari Olimpico. Menjual Paolo Di Canio dan Dejan Stankovic (yang disebut terakhir ini “terlibat” dalam spanduk dukungan bagi penjahat perang Serbia). Mendenda Mauro Zarate yang dalam ketidaktahuannya ikut-ikutan melakukan salam NAZI tahun 2009. Melarang penggunaan simbol Lazio di merchandise dan spanduk ultras. Memasukkan pemain-pemain berkulit hitam ke skuad Lazio. Memproses secara hukum dan memenjarakan pimpinan kelompok rasis-fasis di antara Laziali dan membubarkan/melarang masuk grup-grup semacam VIKINGS dan Skinheads. Banyak di antara upaya Lotito ini yang membuatnya menjadi tokoh antagonis di mata ultras Lazio. Kesan rasis-fasis yang selalu di-blow up media ini juga merugikan Lazio secara finansial. Selama lima musim terakhir ini Lotito kesulitan untuk mendapatkan sponsor utama. Tentu para produsen kelas dunia akan tidak mau jika nama produknya yang tertera di jersey Lazio akan mendapatkan citra rasis-fasis. Lotito yang mematok tarif 10 juta euro per musim bagi sponsor utama, akhirnya memilih mengosongkan jersey biru-langit di bagian dada.

Keberadaan Klose di Lazio telah dimanfaatkan oleh segelintir orang tidak bertanggung jawab. Pembelaan terhadap Klose pun mengalir mulai dari kapten Tommaso Rocchi, pelatih Edy Reja hingga dari Irriducibili Lazio sendiri. Klose memang salah satu penyerang terbaik di Serie A musim ini. Selama dia berprinsip, “Tugas saya di Lazio hanyalah mencetak gol,” maka gangguan kecil ini akan segera lewat. Dan Klose akan terus mencetak gol demi gol bagi Gli Aquilotti hingga saatnya gantung sepatu nanti. Klose memang berencana pensiun di Lazio, 2014, seusai Piala Dunia.

Sumber : Klik disini

0 Responses to “Kontroversi “Klose Mit Uns””



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Roma Merda

ekolaziale

Kalender

Oktober 2011
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip


%d blogger menyukai ini: